Badak Cula Satu PANDEGLANG , Aset Dunia Tinggal 35 Ekor

Binatang yang sangat kuat bertahan dari segala cuaca yang ekstrim

Menurut Direktur IRF, WWF bekerja sama Balai Taman Nasional Ujung Kulon untuk melakukan pengamatan populasi Badak Jawa

bercula satu di Ujung Kulon tersebut, menggunakan kamera sejak dekade 1990-an.

 

Pada saat itu, penggunaan kamera mengidentifikasi satwa liar, yakni terhadap Badak Jawa yang hampir punah merupakan hewan warisan dunia yang masih terlihat hanya terdapat di Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Selain itu, kamera video otomatis ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

Sejak tahun 2008, peran kamera foto digantikan video. Pada tahun 2011, Balai Taman Nasional Ujung Kulon secara resmi menggunakan kamera video otomatis sebagai alat menghitung populasi Badak Jawa. “Dan, berhasil mengidentifikasi 35 individu Badak Jawa yang terdiri dari 22 individu jantan dan 13 individu betina.”ujarnya

Setelah Badak Jawa di Vietnam dinyatakan punah pada 2011, populasi di Ujung Kulon menjadi benteng terakhir Badak Jawa di dunia.

“Penambahan kamera video otomatis ini diharapkan menjadi langkah penting memastikan kelangsungan hidup dan keberadaan badak jawa tersebut,” kata Susie.

 

Hal senada disampaikan Adhi Hariyadi, Kordinator Program Konservasi Badak WWF-Indonesia.”Bahwa penambahan kamera video otomatis ini akan menambah akurasi basis informasi Badak Jawa di Ujung Kulon” katanya.

Dipadu monitoring berdasarkan DNA, rekaman video ini akan memberikan gambaran lebih utuh populasi badak jawa. “Bahkan, perilaku badak pun dapat diteliti secara mendalam melalui rekaman video tersebut,” ujar Hariyadi, menambahkan.

Selain itu, Moh. Haryono, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon menambahkan, jumlah total 160-an kamera video otomatis yang dipasang serentak, tidak hanya informasi Badak Jawa yang akan diperoleh. Tapi juga informasi tentang satwa lain. Bahkan, video tersebut dengan sendirinya akan menjadi alat monitoring aktivitas manusia di dalam habitat badak di Ujung Kulon.

Keseluruhan itu akan menjadi modal penting bagi Balai Taman Nasional Ujung Kulon untuk meningkatkan populasi Badak Jawa di

Ujung Kulon sejalan dengan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak Indonesia,” kata Haryono

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: